Menapaki

Lelapnya tidur, membuat sekitaran menjadi tenang.

Mentari pagi yang hampir menyinari pagi dirumahku mulai muncul.

Mentari hanya satu, tapi cahayanya sangat mampu membuat sebuah kehidupan.

Pagi akhirnya datang.

Suara Adzan shubuh berkumandang, dan aku mulai membuka mata.

Mata yang sayu, mata lelah, Astagfirulloh sungguh aku tak ingin mendzalimi nikmat hidup dari-Mu Rabb.

Terkadang aku berpikir, mentari saja yang berputar tiada henti selama 24 jam cahayanya tak pernah redup, yang membuat redup hanya awan mendung, itupun karena mau hujan.

Apa mungkin hujan itu airmata sang mentari? haha

Jam sudah memanggilku untuk bangun, untuk segera memulai aktifitas.

Jam saksi bahwa setidaknya dari 24 jam yang aku lalui semuanya kulakukan diluar rumah.

Kamar yang menjadi tempat persembunyianku nampaknya sudah cukup lama tak kukunjungi.

Hanya tiba malam sepulang beraktifitas dan hanya menumpang untuk sekedar membuang kepenatan seharian , membuang pikiran yang memberatkan yang sesaat, kubantingkan badan ini ke permukaan kasur ku.

Jam sepertinya sudah tidak sabar untuk aku segera turun ke bawah dan lekas pergi.

~

Dari pagi hingga sore hari yang kulalui berkutat dengan sebuah instansi, yaaa aku pekerja. Dari sore hingga malam hari kuhabiskan di kelas bersama teman sekampusku, yaa aku seorang mahasiswi. Dari malam hingga menjelang shubuh kuhabiskan di ruang tamuku, yaa aku memakai meja di sudut rumahku yang aku sukai sebagai seorang anak. Dari menjelang shubuh hingga shubuh datang kuhabiskan di kamarku tercinta, yaa aku seorang pemalas. Dari sekian aktifitas kulalui hanya untuk menapaki hidup ini menjadi sebuah hidup yang banyak manfaatnya. Menapaki hal yang mungkin setitik kemampuan yang kecil dibanding kemampuan pencipta kami.

Banyak yang bertanya, ‘lelahkah kamu?’ dan ku jawab ‘engga aku gak lelah, cuma ngantuk aja’ yaaaa, tidak pantas aku berkata bahwa aku lelah, lihat saja mentari itu tidak lelah untuk tetap memberikan cahayanya. Iya kan?

Terkadang mama mulai menegurku mengapa sebegitu ambisiusnya melalui hari dengan kegiatan seperti ini, hingga pada suatu titik dimana mama mulai merasa bahwa waktuku tersita dan tak pernah bisa melalui hari sebentar saja untuk menemani mama. Aku sedih, sekaligus bingung dan pada akhirnya emosiku memuncak yang membuat aku menjadi ingin menjauh saja, yang ingin membuat aku ingin terlelap dan membenamkan diri di persembunyianku, menutupi diri dengan selimut favoritku yaa selimut winnie the pooh ku.

Menapaki cita-cita yang perlahan kulalui harus penuh pengorbanan, tidak sedikit.

Mengeluh bukan jalan keluar.

Jalanku yaa aku kerjakan semuanya semampuku.

Aku memang perempuan. Jika aku mampu kukerjakan ya aku kerjakan, jika tidak ya aku berusaha.

🙂 Menapaki kehidupan dengan jalan yang bermanfaat memang tidak mudah.

Tapi setiap jengkal yang kulalui akan ada hasilnya.

aamiin

.

Lira, gadis dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak sedang mencari jati diri sesungguhnya. Introvert dengan tidak banyak yang ia bicarakan tentang hal apapun yang ia yakini sampai benar-benar menemukan seseorang yang tepat yang bisa menjadikannya seorang yang percaya diri. Menyimpan sebanyak-banyaknya yang ia alami dari kesakitan, sampai hal yang menyenangkan. Sampai ia benar-benar bertemu seseorang yang bisa membuka hal yang sudah tersimpan dan ia kubur dalam-dalam di dirinya, sesuatu yang lemah yang jika dibiarkan hanya meninggalkan bekas luka.

Akbar, pemuda yang pernah mengisi sesuatu yang tak berbentuk yang sengaja lira simpan dalam-dalam di hatinya. Seorang pemuda yang mempunyai sifat yang tak pernah lira ketahui, sampai ia benar-benar ingin masuk ke dunianya ia masih saja tidak mengerti akbar itu apa benar-benar mempunyai rasa yang sama. Akbar, teman semasa SMA nya yang tak sengaja bertemu di sebuah masjid sekolah dan tak menyangka berawal dari pertemuan yang tak sengaja itu membuat emosional lira dan akbar menyatu hingga akhirnya hal dari masa lalunya yang membuat lira menyembunyikan sesuatu itu hingga dia benar-benar kehilangan akbar, pemuda yang mengenalkannya pada sebuah bentuk yang abstrak sesuatu yang tak bisa ia lihat hingga sekarang, sesuatu yang ia tak pernah mengerti apa bentuk itu, hingga ia sengaja mengenalkan dirinya pada bentuk itu ia tak pernah sekalipun berani memegangnya sampai akbar benar-benar kehilangan kesempatan melihat lira sudah mulai mengerti apa bentuk itu…ya bentuk cinta yang selama ini lira cari dan menemukannya harus ia simpan dan sengaja tutup dalam-dalam.

Semenjak ia tahu posisi sekarang hanya menyudutkan dirinya dan juga akbar, hingga masa lalunya datang dan mengambil hak nya kembali, lira masih saja tidak menyadari bahwa apa yang ia temukan adalah cinta. Ya..ia memutuskan untuk tak bisa mengetahui apa yang sebenarya terjadi. Dia gadis yang sangat mencintai akbar datang kembali membawa sarang tempat cintanya berteduh selama ia terbang mencari tempat persinggahan yang mungkin lebih nyaman dari tempatnya terdahulu. Tapi apa yang dilakukan akbar? Dia hanya membuang waktunya percuma dengan hanya mengajari apa itu cinta pada lira, memulai dari nol bahkan di saat ia sudah punya tempat sebelumnya. Apa yang akbar lakukan sebenarnya? Lira benar-benar tak mengerti.

Akbar dengan sabar berjanji akan mengajarinya apa itu bentuk yang tak pernah lira ketahui, sampai saat dimana akbar menyadari bahwa lira tak pernah mengerti dan mulai menyerah pada tekadnya. Di sisi lain lira menyadari sudah tidak akan ada lagi tempat di hati akbar, tapi tanpa sengaja  ia selalu mencari dengan sempurna apa itu cinta..hingga ia menemukan…kenyataannya…

Sampai hati, mana ada seseorang yang bisa kuat ketika menemukan jawaban dan dengan sengaja harus ia simpan dan menutup rapat secara paksa hingga merusak sebagian bentuknya. Hingga akhirnya lira akan tetap menjadi seseorang yang selalu menyimpan segala hal, dan akbar bahagia dengan masa lalunya.

Tapi, hingga saat ini lira hanya bisa menunggu yang tidak pasti dengan mengharapkan sesuatu yang memang tidak akan mungkin terjadi. Dengan hanya menunggu akbar datang padanya dan bertanya sesuatu yang ia simpan selama ini. Apa mungkin terjadi?

Menemukan satu kesempatan saja bukan main bahagianya, tapi daya apa yang lira punya hingga ia ingin benar-benar bertemu dengannya dengan keadaan emosional yang sudah berbeda. Tapi..hingga saat ini lira benar-benar menunggu hal yang tak pasti itu. Ya karena itu mustahil terjadi lira dengan naifnya mengatakan bahwa dengan ini saja semuanya akan baik.

Dulu, begitu lira tahu waktu yang dibuang percuma oleh akbar padanya berusaha dengan tanpa alasan mencari bentuk apakah itu yang bisa membuat akbar bertahan pada gadis manis masa lalunya..dengan perasaan berkecamuk  ia kuatkan dirinya sendiri. Dan menemukan hasilnya, tapi apa daya? Ia malah menjadi benar-benar jatuh pada bentuk itu, yaaa ia menyadari bahwa waktu yang telah ia lewatkan bersama adalah membangun bentuk dari cinta, sesuatu yang abstrak. Hingga ia benar-benar mengerti apa itu cinta, di samping itu akbar telah menyerah dan kembali pada tempatnya terdahulu. Lira dengan segala rasanya berusaha memberitahu apa yang selama ini ia cari dengan sempurna pada akbar, dan yakin akan membuat ia kembali padanya dan membangunnya bersama-sama, tapi disaat seperti itu akbar berubah menjadi seseorang yang ia tak kenal. Dan ia mulai meragukan bentuk apakah yang akbar punya hingga ia benar-benar melupakan lira. Dengan jujur ia berkata “akbar ini aku lira, sekarang aku tahu semuanya, kamu dengan masa lalumu melalui masa-masa tersulit yang biasa dilakukan, tapi kali ini aku lancang dengan datang dan menemui dirimu, tapi apa kamu tahu? Selama aku di sampingmu aku tak pernah tahu bahwa kamupun mempunyai rasa yang sama denganku hingga aku benar-benar mengabaikan kamu dengannya aku benar-benar tak tahu hingga aku temukan jawabanya dan kini kamu menyuruhku untuk tak harus mengingatmu lagi dengan menyimpan bentuk itu rapat dengan menguburkanya secara terpaksa, apa kamu tahu dengan demikian itu akan merusak sebagian bentuknya, tak utuh karena aku menuruti apa maumu, dengan sengaja aku menyimpannya dalam hingga bentuknya rusak dan aku tak bisa melihat bentuknya secara utuh lagi, iyaaa cinta itu tak utuh lagi, meski aku tahu aku sangat lancang mengatakan ini, bahwa aku benar-benar tidak tahu apa yang kukatakan sekarang.”

Sajak Bersama

Waktu itu, tak pernah terbesit memilih jalan ini
Kenapa jatuhkan pilihan disini?
Saya juga tak tahu.
Pada akhirnya saya memilih ini,
Lebih karena takdir, bahwasannya tak ada yang kebetulan kan.
Awalnya asing, hanya satu dua bahkan 3 orang saja yang dikenal,
Mungkin bertambah jadi 4 atau 5 saja.
Awalnya tak pernah tahu,
Siapa dia, kamu bahkan mereka
Kalian asing, saya tak tahu.
1, 2, 4, 7, bahkan 10 akhirnya saling mengenal
Tepatnya belum terlalu kenal, hanya saling bersapa,
Bahkan bercanda bersama.
Akhirnya tahu, kalian bagaimana
Saat bersama, lelahku terleburkan
Sedihku berubah jadi tawa
Semenjak paruh waktu habiskan di tempat yang sama
Kantukku sedikit berkurang
Terlebih jam untuk istirahat,
Tapi saat bersama, canda menghilangkan sedikit masalah
Hai teman seperjuangan!
Sajak ini sajak bersama kalian semua.

Antara dilematik anak muda dan tuntutan kedewasaan

Saya anak sulung dari 3 bersaudara, seorang perempuan pertama yang hadir diantara keluarga saya sebelum adik saya tentunya. Menjadi seorang anak dari kedua orangtua yang penuh dengan kasih sayang, saya sudah sangat bahagia, karena diberi kelimpahan kesahatan, rizki yang mencukupi, kehadiran adik-adik saya seolah menjadi spirit tertentu.

Semasa kecil saya dikenal anak yang nakal malah super nakal luar biasa, kenapa? Masalahnya anak tetangga banyak yang kena kenakalan saya, hampir semua menangis bila muncul saya si anak kecil super nakal, gak tau deh ada berapa korban yang kena kenakalan saya, menurut mama walaupun saya perempuan tapi kelakuan kayak anak laki-laki, jail sekali. Makanya di lingkungan rumah saya gak punya teman, iya karena semuanya takut.

Tapi beriringan dengan berjalannya waktu, saya mulai masuk SD, belajar bersosialisasi dengan yang lain, mengetahui bahwa akan mempunyai seorang adik, mindset-nya mungkin berkembang juga bahwa di dunia ini bukan hanya ada saya dan imajinasi saya saja yang butuh ruang untuk diperhatikan tapi ada banyak. Tahu bahwa ada banyak makhluk bernama anak kecil yang sebaya dalam satu ruangan membuat saya terbalik 180 derajat, tidak hanya berpikir bahwa imajinasi saya harus ditumpahkan semuanya kepada mereka. Tapi bagaimana caranya saya bisa punya teman yang baik yang mau menerima kita apa adanya.

Masa-masa SD sudah terlewatkan, ternyata masuk ke tahap selanjutnya yaitu pendidikan SMP hap. Darisini saya benar-benar belajar tentang arti dari sosialisasi, arti dari memilah-milih pergaulan, darisini juga saya mulai mengerti arti remaja. Banyak hal yang saya lalui dengan teman atau bahkan sahabat yang dunianya hanya remaja yang bisa merasakannya. Belajar, main bersama dengan teman-teman, curhat-curhatan, suka-sukaan haha, kalau ini saya belum cukup mengerti, semasa SMP dulu saya termasuk anak yang cuek, sebenarnya dari dulu juga saya sudah cukup cuek dengan hal yang seperti ini. Belum mengenal arti hadirnya seorang laki-laki. Bagi saya dengan munculnya sahabat perempuan pun cukup.

Tak berhenti disitu saja, saya harus mengakui bahwa saya masih berkembang, selepas SMP saya masuk ke jenjang yang lebih tinggi, iya SMA. Masa-masa peralihan dari remaja menuju pendewasaan. Nah darisini semuanya bermulai. Saya termasuk remaja yang memilih SMK, entah mengapa memilih ini. Cara pandang saya semakin jauh berubah, memilih apa yang akan saya lakukan. Darisini lah saya bisa mengenal kata suka hehehe.

Sempat suka dengan seorang laki-laki, dia sejurusan, tapi beda kelas. Kayak gini yaa kalau rasanya suka, awalnya memang tidak ada rasa sama sekali dengan dia, mungkin karena kita satu tempat PKL dan sebelumnya pernah kenal yaa jadi gitu deh haha, tapi sekarang udah engga kok, kita temenan biasa aja. Terjebak cinta saat SMK.

Nah, sekarang saya sudah bekerja. Awalnya memang ingin kuliah tapi apa daya, memang belum rejekinya. Tapi saya siasati sambil berenang minum air, nah pepatah itu yang sekarang saya jalanin. Sambil kerja kuliah pun jadi. InsyaAlloh dengan adanya dorongan dari kedua orangtua, saya siap untuk melaksanakan jadwal perkuliahan nantinya, demi pendidikan saya akan lakukan.

Memang tidak mudah, tapi? Saya masih anak muda, masih punya semangat tinggi, masih punya power untuk mewujudkan mimpi. Iya dewasa itu memang bukan pilihan seorang anak muda seperti saya, tapi sebuah siklus dari kehidupan. Remaja memang bukan pilihan, tapi dari berkembangnya seorang anak menjadi tumbuh, tumbuh pemikiran, cara pandang, dan apa yang akan dilakukan.

Kadang kala selalu ada masalah tertentu yang membuat seorang remaja dituntut menjadi dewasa. Tapi satu hal, semuanya pasti akan merasakan kedewasaan tersebut, langkah dari perjalanan hidup sebenarnya yang menjadi acuan. Tidak ada dilematik yang ada sedang berproses.

Salam untuk para remaja yang sedang meraih mimpi!

 

Cerita atau jangan?

Assalamualaikum

Mulai dari mana ya, bingung.

Saya punya cerita tentang salah satu orang yang memang cukup baik orangnya di mata saya. Entah sejak teman saya menceritakan berita tentangnya entah memang sejak itu pula saya jadi riskan, saya sih orangnya gak begitu penasaran, saya pikir iya aja.

Jadi gini, semenjak saya tahu bahwa berita itu sampai kepada saya dan teman-teman sekolah saya, saya jadi kurang begitu respect. Maaf, sekali lagi bukan karena nilai kebaikanya yang saya hilangkan, karena memang ada berita yang membuat saya menjadi riskan terhadapnya, tapi yang pasti sampai saya menulis ini pun saya masih cukup menghormati beliau.

Saya pun kenal baik beliau, orangnya memang baik sekali, haha kalau tidak ada dirinya saya mau naik apa coba kalau berpergian? Mengendarai motor belum lancar betul L

Tapi karena saya cukup riskan dengan beliau suatu ketika memang selalu merepotkannya, saya tidak ikut, ditambah lagi ada praktek, kurang enak juga sama anak-anaknya. Saya pikir memang baik-baik saja. Ternyata mungkin ada tanda tanya besar sama teman-teman saya yang baru ini hahaha, punten banget. Tadi siang saya ditanya, saya bingung kan mau bilangnya gimana.

Saya tahan dulu deh cerita semasa sekolah dulu, tunggu sampai ada waktu yang pas kali ya, hati bilangnya tunggu dulu, masalahnya ini orangnya memang baik, saya juga tidak berniat apa-apa dan gak punya riwayat buruk apa-apa sama beliau hanya saja ketika mendengar ceritanya saya malah jadi menarik diri untuk tidak ingin tahu kelanjutannya, karena yang saya tahu sesuatu yang buruk tidak bisa diceritakan kepada sesama, apalagi teman. Aduh tuh kan malah jadi bingung, cerita atau jangan? L

Saya takutnya malah jadi sesuatu yang bersifat gosip, malah bisa jadi sesuatu yang memang salah. Bisa jadi beritanya memang benar adanya tapi tidak ada orang yang tahu, bisa jadi beritanya memang kurang benar jadi saya gak jadi riskan lagi terhadap beliau. Pilihan yag sedang saya pertimbangkan matang-matang Rabb.

Takutnya kalau dibiarkan begitu saja malah jadi salah paham yang berkepanjangan, kalau di ceritakan jadi sesuatu yang menimbulkan kesalah pahaman pula L

Sampai saat ini saya belum berani bercerita tentang apa-apa terhadap siapa-siapa, yang pasti saya bingung. Bingung sekali.

Mama

Assalamualaikum..

Selamat siang,images

Kali ini saya mau share tentang ‘mama’ . Makhluk yang Alloh ciptakan untuk menjaga kita sang buah hati titipan-Nya. Mama seorang perempuan tangguh, penyayang, keras kepala, penasihat, koki handal, multi talenta. Bagaimana tidak semua bisa beliau lakukan, tanpa mengeluh. Kita sebagai anak, sudah berbuat apa saja untuknya?

Tanpa kita tahui, setiap hari nama kita terucap dalam do’anya, menyemangati lewat batin dan meminta hanya kepada-Nya, sang pencipta Maha Kaya. Kita? Apakah selalu berdo’a untuk mama?

Siapkah, ketika mama kita terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan? Jawabannya pasti tidak, kita ingin mama kita dalam keadaan baik-baik saja, sehat, utuh dan sempurna.

Ketika saya menulis ini, hari jumat kemarin tepatnya sore sekitar jam setengah 4, saya mendengar kabar kalau kepala mama katanya luka, saya sempat tidak berpikir apa-apa mungkin hanya luka kecil dan hanya butuh perban, betadine dan hansaplast saja. Sambil saya siapkan semua alat-alat yang akan dibutuhkan saya berjalan menghampiri mama. Setelah didapati ternyata banyak kerumunan orang disana, saya semakin penasaran, ternyata mama saya sedang duduk menahan rasa sakit di kepalanya. Bersimbah darah, banyak sekali. Ketika dibuka lukanya Astagfirulloh cukup besar, saya? Saya shock…tak sempat berkata apa-apa, mata saya berkaca-kaca menahan tangis. Hampir meledak rasanya. Ada rasa perih di dalam batin ini. Apa yang terjadi?

Karena lukanya cukup besar disarankan teman saya untuk membawanya ke Rumah Sakit. Tak lama saya dan mama bergegas ke RSAI, iyaa RS yang terdekat. Begitu sampai masuk UGD, apa yang saya pikirkan? Tidak tahu, yang pasti saya masih kaget luar biasa mendapati mama dan lukanya. Yang saya tahu mama gak kuat dengan bau amis, apalagi darah berharap Alloh menguatkannya saat itu.

Menunggu, sembari melihat keadaan UGD ya Rabb selalu limpahkan kesehatan bagi semua keluarga hamba, permudah mama saya yang ada di dalam. Saya yang menunggu diluar terdiam menerawang jauh, yang saya tahu mama paling tidak mau masuk Rumah Sakit, apalagi tindakan UGD belum pernah terbersit. Ini dengan luka yang lumayan pasti harus ada tindakan. Setelah tahu bahwa lukanya mesti di jahit, saya berharap semuanya baik-baik saja.

Alhamdulillah mama keliatan tidak apa-apa mesti perban menempel pada dahinya, beliau  nampak tegar, saya tahu mama kuat lebih kuat dari hal apapun. Karena yang saya tahu, mama adalah penguat lahir dan batin anak-anaknya. Karena mama saya tidak takut untuk bermimpi. Karena mama saya kuat dan bisa berdiri disini.

Saya sayang mama, sayang sekali.

Tears

tearsSaya punya hati

Saya punya kedua mata

Saya punya Air Mata

Begitu juga ketika kamu mengabaikan saya menganggap tak ada, berpikir remeh, dan tak menganggap saya, saya masih punya hati untuk merasakan, punya mata untuk melihat, punya air mata untuk saya luapkan.

Berkali-kali kuusap air mata ini, tanpa kamu tahui, berkali-kali saya menyimpan rapi apa kelakuanmu.

Kata-katamu yang kurang pantas berkali-kali terdengar.

Sikapmu yang tak kamu pikirkan, secara tak sengaja saya simpan baik-baik dalam pikiran. Membuat tabungan kelakuanmu tersimpan rapi dalam memori. Dan akan selalu diingat.